membuat perangkap nyamuk

 

I. TUJUAN

            Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk membuktikan teori bahwa sifat ragi dan gula merah yang dapat menarik serangga yang dalam eksperimen ini adalah nyamuk.

II. TEORI DASAR

            Salah satu sifat air adalah tidak tetap dan selalu menyesuaikan dengan bentuk wadahnya. Sifat permukaan air yang tenang selalu mendatar sangat disukai nyamuk untuk proses perkembangbiakannya. Air juga merupakan suatu pelarut yang kuat, dan dapat melarutkan zat-zat padat. Salah satunya, air digunakan untuk melarutkan gula dan ragi yang digunakan untuk proses fermentasi.

            Ragi adalah mikroorganisme hidup yang dapat ditemukan dimana- mana. Ragi berasal dari keluarga Fungus bersel satu (sugar fungus) dari genus Saccharomyces, species cereviciae, dan memilki ukuran sebesar 6-8 mikron. Dan Saccharomyces cereviciae merupakan genom eukariotik yang pertama kali disekuensi secara penuh. Dalam satu gram ragi padat (compressed yeast) terdapat kurang lebih 10 milyar sel hidup.

            Ragi ini berbentuk bulat telur, dan dilindungi oleh dinding membran yang semi berpori (semipermeable), melakukan reproduksi dengan cara membelah diri (budding), dan dapat hidup di lingkungan tanpa oksigen (anaerob). Untuk bertahan hidup, ragi membutuhkan air, makanan dan lingkungan yang sesuai. Bakteri bersel satu ini akan mudah bekerja bila ditambahkan dengan gula dan kondisi suhu yang hangat. Kandungan karbondioksida yang dihasilkan akan membuat suatu adonan menjadi mengembang dan terbentuk pori – pori. Ragi memiliki sifat dan karakter yang sangat penting dalam industri pangan.

Ragi akan berkembang dengan baik dan cepat bila berada pada temperatur antara 25o – 30oC.

            Pembuatan larutan  ragi dan gula merah akan menyebabkan proses fermentasi, dimana hasil proses fermentasi ini akan dihasilkan gas CO2 atau karbon dioksida yang merupakan  senyawa kimia  yang paling menarik nyamuk. Sehingga, makin banyak karbon dioksida, semakin banyak nyamuk yang terperangkap.

           

III. VARIABEL dan DATA OPERASIONAL

VARIABEL

1.         Variabel Bebas

            Variabel bebas (Independent variable)  yaitu berbagai jenis atraktan yang digunakan dalam perangkap nyamuk.

2.         Variabel Terikat (Dependent Variable)  yaitu jumlah nyamuk yang terperangkap di dalam perangkap nyamuk

3.         Variabel Terkendali yaitu dari lingkungan fisik: suhu, kelembaban dan cahaya dikendalikan dengan ukuran wadah yang sama dan ditempatkan pada tempat yang sama.

DEFINISI OPERASIONAL

1.         Jenis rekatan yang digunakan dalam perangkap nyamuk

            Adalah cairan yang ditambahkan dalam perangkap nyamuk yang bertujuan untuk menarik serangga (nyamuk) adalah air gula merah ditambah ragi, air gula merah, dan air keran.

            Skala pengukuran        : Nominal

2.         Jumlah nyamuk yang terperangkap

            Adalah banyaknya nyamuk yang terperangkap dalam perangkap nyamuk akibat masing-masing perlakuan.

            Skala pengukuran        : Rasio

IV.BAHAN DAN PERALATAN

            i.          BAHAN

  1. Air putih 250 ml
  2. Ragi 1 gr
  3. Gula Merah atau Gula Jawa 100 gr

 

            ii.         PERALATAN

  1. Botol Air Mineral 1,5 L sebanyak 3 buah
  2. Plastic atau pembungkus botol berwarna hitam
  3. Selotip atau perekat
  4. Gunting
  5. Peralatan untuk memanaskan air.

V. PROSEDUR

            i.          Mempersiapkan Wadah

  1. Memotong  bagian atas botol (bagian kerucut) sampai tinggi botol kurang lebih 25cm.
  2. Memasukkan secara terbalik potongan atas botol tersebut ke dalam botol (seperti pada gambar).

 

Gambar 1.  Botol yang telah dipotong sisi atasnya

  1. Membungkus botol dengan plastik hitam
  2. Memberikan label pada masing-masing botol agar tidak tertukar dengan botol lainnya.

 

            ii.         Mempersiapkan Bahan

  1. Memanaskan air putih 250 ml dengan gula merah sebanyak 50 gram sampai seluruh gula merah tercampur rata.

 

Gambar 2. Pemanasan air dan gula merah.

  1. Mendinginkan air campuran gula merah. Setelah dingin, masukkan air gulamerah dalam wadah botol 1 yang telah disiapkan.
  2. Menambahkan ragi sebanyak 1 gram ke dalam botol.

 

Gambar 3. Ragi 1 gram

  1. Mengulangi langkah 1 dan 2 tanpa menambahkan ragi untuk botol ke-2.
  2. Memberikan air mineral sebanyak 250 ml untuk botol ke-3.

 

Gambar 4. Botol yang sudah dibungkus plastic hitam dan diberi label

2 Comments (+add yours?)

  1. bantariakdesaku
    Mar 04, 2011 @ 08:05:12

    waaah… bugas-bugas. tulisanya lumayan bagus,,

    khoiron

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: